Jumat, 11 Juni 2010

Materi Kuliah Etika Profesi Pendidikan ( terakhir)

PROFESI DAN PERANAN KEGURUAN

A. PROFESI KEGURUAN.
Profesi adalah seseorang yang memiliki keahlian yang diperoleh dari pendidikan yang cukup lama, karena itu tidak semua orang dapat memilikinya kecuali orang yang ahli dibidangnya masing-masing.
Secara operasional tujuan pendidikan prajabatan guru adalah pemilikan wawasan, sikap, dan keterampilan sebagai warga negara yang berpendidikan tinggi, penguasaan bahan ajaran, penguasaan dan pemahaman tentang segala hal yang berhubungan dengan peserta didik, penguasaan teori dan keterampilan keguruan, pemilikan kemampuan melaksanakan tugas profesional dalam hubungannya dengan latar kerjanya secara organisatoris.
Profesi keguruan mempunyai dimensi yang sangat luas dan dalam, mulai dari pemahaman secara mendalam tentang wawasan yang mendasari pergaulan pendidikan antara guru dengan murid, penguasaan materi ajar, sampai pemahaman tentang latar keadaan.
Peranan profesional guru dalam program pendidikan disekolah diwujudkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berupa perkembangan siswa secara optimal.
Peranan profesional mencakup 3 bidang layanan yaitu :
1. Layanan Instruksional (pengajaran).Adalah penyelenggaraan proses belajar mengajar yang menuntut guru untuk menguasai isi atau materi bidang studi yang di ajarkan serta wawasan yang berhubungan dengan materi itu, kemampuan mengemas materi sesuai dengan latar perkembangan tujuan pendidikan serta menyajikan materi dengan menggunakan kreativitasnya.
2. Layanan administrasi adalah segala hal yang berhubungan dengan ketatausahaan yaitu tentang apa peranan guru, bagaimana sekolah itu dikelola, bagaimana memanfaatkan prosedur serta mekanisme pengelolaan untuk kelancaran tugas-tugasnya sebagai guru, atas usaha kerjasama dari kelompok orang untuk mencapai tujuan, contoh pengelolaan kelas, kurikulum, kesiswaan dan pengajaran.
3. Layanan bimbingan kepada siswa adalah suatu layanan bantuan yang diberikan pada siswa dalam mengatasi masalah dalam belajar pada khususnya dan masalah-masalah pribadi yang akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajarnya dengan usahanya sendiri.


B. KONSEP PROFESI KEGURUAN
Konsep profesional adalah melayani masyarakat merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat. Yang memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang. Ciri ciri utama suatu profesi antara lain suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikasi sosial yang menentukan, Jabatan yang menuntut ketrampilan atau keahlian tertentu, Ketrampilan atau keahlian yang dituntut dalam jabatan itu didapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah serta jabatan yang memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi.
Pengertian kode etik adalah suatu aturan atau norma-norma yang harus dilaksanakan oleh seseorang profesi yang harus diindahkan atau dilaksanakan.
Menurut Undang-Undang No.8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian.Pasal 28 Undang-Udang ini dengan jelas mengatakan bahwa"pegawai negeri sipil mempunyai kode etik sebagai pedoman sikap tingkah laku dan perbuatan didalam dan diluar kedinasan.
Dalam pidato pembukaan kongres PGRI ke XIII Basuni sebagai ketua umum PGRI menyatakan bahwa kode etik guru indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagi guru.
Dalam kode etik guru Indonesia terdapat dua unsur landasan pokok yaitu sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku.
Tujuan kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan dari pihak luar atau masyarakat, agar mereka jangan sampai memandang rendah atau remeh terhadap profesi yang bersangkutan. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Berkaitan dengan peningkatan kegiatan pengabdian profesi sehingga bagi para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggungjawab pengabdiannya dalam melaksanakan tugasnya. Untuk meningkatkan mutu profesi. Diwajibkan pada setiap anggota untuk secara aktif berpartisipasi dalam membina organisasi profesi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang organisasi.
Sanksi pelanggaran kode etik. Jika seorang anggota profesi bersaing secara tidak jujur atau curang dengan sesama anggota profesi maka ia dapat dituntut dipengadilan,
/ karena……

karena kode etik merupakan landasan moral dan pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan, maka sanksi terhadap pelanggaran kode etik adalah sanksi moral. Barang siapa melanggar kode etik akan mendapat celaan dari rekan-rekannya, sedangkan sanksi terberat adalah si pelanggar dikeluarkan dari organisasi profesi.
Kode etik guru Indonesia. Di rumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru. Fungsi kodeetik guru indonesia adalah sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru warga PGRI dalam menunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru baik didalam sekolah maupun diluar sekolah serta dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat.
Kode etik guru indonesia ditetepkan dalam suatu kongres yang dihadiri oleh seluruh utusan cabang dan pengurus daerah PGRI dari seluruh tanah air. Pertama dalam kongres ke XIII di Jakarta tahun 1973 dan kemudian disempurnakan dalam kongres PGRI ke XVI tahun 1989 di Jakarta.

C. SIKAP PROFESIONAL KEGURUAN.
Sikap profesional keguruan adalah sikap yang cara bergaul baik dengan siswa serta teman-teman sejawatnya maupun anggota mencerminkan bagaimana seorang guru meningkatkan layanan pengetahuan,serta memberi arahan dan dorongan kepada anak didiknya dan bagaimana seorang guru berpakaian, berbicara, serta masyarakat
Sasaran sikap profesional. Sikap terhadap peraturan perundang-undangan. Sesuai pada butir 9 kode etik guru indonesia disebutkan bahwa "guru melaksanakan segala kebijaksanan pemerintah dalam bidang pendidikan". Sikap terhadap organisasi profesi. Seperti Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya perana organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. Sikap terhadap sesama teman sejawat, Guru harus memelihara hubungan terhadap teman seprofesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial, ini berarti bahwa guru hendaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dalam lingkungan kerja dan guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanban sosial didalam dan diluar lingkungan kerjanya.

/ Contoh……

Contoh sikap terhadap teman sejawat seperti hubungan guru berdasarkan lingkungan kerja, dimana Dalam setiap sekolah terdapat seorang kepala sekolah dan beberapa orang guru ditambah dengan beberapa orang personil sekolah lainnya sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut.
Berhasil tidaknya sekolah membawa misinya akan banyak bergantung kepada semua manusia yang terlibat didalamnya. Ajaran dapat berfungsi secara mutlak harus adanya hubungan yang baik dan harmonis diantara sesama personil yaiti hubungan baik antara kepala sekolah dengan guru,guru dengan guru, dan kepala sekolah ataupun guru dengan semua personil sekolah lainnya. Hubungan guru berdasarkan lingkungan keseluruhan, Sebagai saudara wajib saling membantu dalam kesukaran,seling mendorong kemajuan dalam bidang profesinya,dan saling menghormati hasil-hasil karyanga,saling mengoreksi dan saling menegur jika teredapat kesalahan-kesalahan atau penyimpangan yang dapat merugikan profesinya.
Sikap terhadap anak didik. Dalam kode etik dituliskan bahwa "guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya untuk berjiwa pancasila". Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya sehari-hari,yakni tujuan pendidikan nasional,prinsip membimbing,dan prinsip pembentukan mnuisia indonesia seutuhnya.
Sikap terhadap tempat kerja. Suasana yang baik ditempat kerja akan meningktkan produktivitas,untuk menciptakan susuana kerja yang baik ada 2 hal yang harus diperhatikan yaitu guru,hubungan guru dengan oranag tua,dan masyarakat sekeliling.
Sikap terhadap pemimpin. Sebagai salah seorang anggota organisasi, baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar, maka guru akan selalu berada dalam bimbingan dan pengawasa pihak atasan.
Sikap terhadap pekerjaan. Profesi guru berhubungan dengan anak didid,yang secara alami mempunyai persaamma dan perbedaan. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi.Misalnya bila sesorang memeilih untuk menekuni profesi guru,ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu.
Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik bila ia mencintai kariernya dengan sepenuh hati,artinyan ia akan berbuat apapun agar kariernya berhasil baik,ia commited dalam pekerjaannya,ia harus mau dan mampu melaksanakan tugasnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang membutuhkannya.

/ Pengembangan……

Pengembangan sikap professional. contoh dari pengembangan sikap profesional seperti tergambar pada saat mengikuti pendidikan prajabatan. Dalam pendidikan prajabatan calon guru dididik dalam berbagai pengetahuan,sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaannya nanti. Selanjutnya Pengembangan sikap selama dalam jabatan.
Pengembangan sikap profesional tidak berhenti apabila calon guru selesai mendapatkan pendidikan prajabatan. Banyak usaha yang dilakukan dalam rangka peningkatan sikap profesional keguruan dalam masa pengabdiannya sebagai guru. Peningkatan ini dapat dilakukan dengan cara formal melalui kegiatan mengikuti penataran,lokakarya,seminar atau kegiatan ilmiah lainnya. Secara informal melalui media massa televisi,radio,koran dan majalah maupun publikasi lainnya.


PROFIL GURU MASA KINI

A. PROFIL GURU HARAPAN MASYARAKAT
Profil guru masa kini, merupakan hal yang menarik jika kita pikirkan bersama pada keadaan sekarang ini di era globalisasi serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada beberapa kriteria yang dapat dijadikan acuan untuk tampil menjadi guru masa kini. Tetapi untuk menjadi profil guru masa kini bukanlah hal yang mudah, masih ada guru yang kehilangan wibawa dihadapan anak didiknya. Ini membuktikan bahwa guru tersebut belum tergolong dalam kriteria profil guru masa kini.
Pada dasarnya guru juga dapat dinilai dari kepribadiannya, dimana kepribadian itu menurut Zakiah Daradjat (1980) adalah sebenarnya abstrak yang sukar untuk diketahui secara nyata, tapi dapat diketahui dari penampilannya, tindakannya, ucapannya, cara bergaulnya, berpakaiannya, dan dalam menghadapi setiap persoalan atau masalah baik yang ringan maupun yang berat. Cara berpakian misalnya, terkadang timbul suatu pertanyaan, apakah mungkin seorang guru perempuan harus memakai celana panjang pada saat mengajar ataupun tidak. Cara berpakaian disini maksudnya berpakaian dan berpenampilan rapi dan menutup aurat, jika pihak sekolah memberikan ijin kepada guru yang bersangkutan untuk menggunakan celana panjang, kenapa tidak. Dan yang penting berpenampilan rapi, menutup aurat (sopan), berwibawa dan sebagainya, bukan pakaian yang seharusnya untuk jalan jalan atau pergi ke pasar. Sehingga apabila guru dapat berpenampilan rapi dan sopan baik di depan siswa maupun di masyarakat, maka ia dapat dikatakan sebagai sosok profil guru masa kini yang diharapkan.
Untuk menjadi profil guru masa kini, guru harus mempunyai konsep tentang kualitas Sumber Daya Manusia yang diperkirakan/ diantisipasi dapat hidup layak dimasa depan yang diyakini akan lebih baik, dinamik dan penuh tantangan yang dengan sendirinya akan diwarnai dengan persaingan-persaingan hidup. Jadi seorang guru harus memiliki konsep dalam dirinya, yaitu konsep tentang pemikirannya bahwa ia harus dapat mempersiapkan peserta didiknya untuk menjadi manusia yang berkualitas dan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain, sehingga peserta didiknya sudah siap untuk menghadapi kehidupan masa yang akan datang yang penuh dengan tantangan.
Guru diharapkan mempenyai wawasan yang luas tentang kecenderungan kehidupan di masa yang akan datang. Salah satunya di bidang politik. Dalam hal ini guru memiliki potensi untuk menjadi juru kampanye, mengingat guru memiliki pengaruh yang banyak di dalam masyarakat, baik melalui siswa/peserta didiknya maupun rekan kerjanya.

Namun walaupun bagaimana guru harus bisa memilih apakah terjun ke dunia politik menjadi juru kampanye dan pengurus partai ataukah tetap berdiri di depan kelas memberikan bimbingan dan pengajaran kepada siswa-siswanya. Karena dunia pendidikan tidak boleh dijadikan akomodasi politik ataupun kegiatan partai lainnya.
Salah satu tugas guru dalam proses belajar mengajar yaitu harus dapat memberikan motivasi kepada peserta didik. Cara yang paling tepat dalam proses belajar mengajar secara langsung yaitu face to face, guru dapat memberikan pujian, sanjungan bila perlu hadiah kepada peserta didik yang memiliki nilai baik, sedangkan kepada siswa yang nilainya kurang, guru dapat memberikan hukuman berupa perintah untuk mengerjakan tugas dan sebagainya. Hal ini selain untuk memperbaiki nilai juga agar siswa/murid meninggalkan atau tidak mengulangi kesalahan/perbuatan.
Selain itu guru juga harus mempunyai seni hidup yang berguna dan kreativitas yang baik menyangkut kegiatan olah raga, kesenian, kepramukaan, dan kegiatan lainnya yang mendukung guru untuk tampil di masyarakat. Walaupun ketrampilan tersebut tidak semua dikuasainya, namun daya kreativitas dan pelopor dimasyarakat harus tetap ada. Hal ini dapat diatasi guru dengan cara memanfaatkan bakat dan kemampuan yang ada padanya untuk bergabung dalam kegiatan di masyarakat seperti bergotong royong di masyarakat, siskamling. Sehingga keberadaannya tidak hanya diakui tetapi juga dapat diandalkan di dalam kehidupan bermasyarakat.

B. KONDISI GURU DAN PENDIDIKAN DI INDONESIA SAAT INI
Guru sudah selayaknya mengetahui keadaan sekarang, khususnya perkembangan pendidikan pada saat ini. Ini sangat penting supaya ia mengetahui langkah-langkah yang harus ditempuh bertitik tolak pada keadaan sekarang. Kemungkinan-kemungkinan apa yang dapat dilakukan apabila kita mengetahui keadaan sekarang. Keadaan sekarang sudah barang tentu meliputi keadaan yang telah baik dan di bagian mana yang masih dirasakan atau dilihat masih lemah untuk diperbaiki.
Kemajuan pendidikan yang perlu diketahui minimal meliputi pemerataan pendidikan yang semakin meningkat. Diantaranya bahwa sekitar 29 juta peserta didik tingkat sekolah dasar, sebanyak 93,7 % dapat ditampung. Tenaga kependidikan khususnya guru baik jumlah maupun kualifikasi telah meningkat. Diantaranya pendidikan guru dewasa ini minimal D2 dan berangsur-angsur memperoleh pendidikan S1 dan terbuka kemungkinan mengikuti pendidikan S2 dan S3 di dalam negeri. Ini adalah suatu kemajuan yang luar biasa bagi guru dan kemungkinannya adalah meningkatnya mutu guru masa kini.

Kemajuan yang telah dicapai selama ini bukan berarti tidak mempunyai masalah. Masalah pokok yang dihadapi di Indonesia dewasa ini dan kemungkinan dimasa yang akan datang terletak pada produktivitas pendidikan yang masih harus ditingkatkan. Produktivitas dalam arti kemampuan bangsa Indonesia khususnya para pendidik dalam menata pendidikan. Indikator suatu produktivitas yang masih harus ditingkatkan terletak pada dua hal, yaitu pada kemampuan berprestasi dan kemampuan bertumbuh atau lebih khusus suasana pada waktu kita mencapai prestasi yang baik. Prestasi yang baik dapat dilihat pada pemerataan pendidikan, baik untuk memasuki pendidikan di sekolah dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Demikian juga tamatan yang berhasil baik pada tingkat sekolah dasar, menengah maupun pendidikan tinggi masih harus ditingkatkan baik jumlah maupun mutunya. Selain dari jumlah dan mutu, juga relevansi atau kegagalan antara keluaran yang dihasilkan lembaga pendidikan dengan keperluan masyarakat yang sedang membangun masih perlu ditingkatkan. Hal ini tampak masih terdapat kesenjangan antara lowongan kerja yang tersedia dengan tenaga kerja yang ada. Demikian juga pendapatan tamatan lembaga pendidikan tertentu masih relatif rendah dibandingkan dengan keperluan hidup sehari-hari.
Selain masalah kemampuan berprestasi terdapat juga masalah yang dialami pada waktu proses pencapaian tujuan itu diantaranya motivasi dan kegairahan belajar para peserta didik masih harus ditingkatkan, semangat kerja dan disiplin tenaga kependidikan yang belum tinggi, tingkat kepercayaan terhadap lembaga pendidikan tertentu juga belum mantap. Demikian juga efisiensi penggunaan waktu, tenaga dan fasilitas pendidikan masih harus ditingkatkan. Itulah masalah pokok pendidikan di Indonesia dewasa ini dan masa yang akan datang.
Keadaan ini disinyalir bahwa penyebab utama ialah terletak pada kualitas manusia, khususnya para pendidik yang masih harus ditingkatkan. Atas dasar permasalahan ini, para wakil rakyat di DPR/MPR menggarisbawahi sasaran utama pembangunan jangka panjang ialah terciptanya kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang maju, modern dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia wahana utamanya adalah melalui pendidikan.

C. KRITERIA PROFIL GURU MASA KINI
Profil guru masa kini juga dapat dilihat pada :

/ 1. Kedudukannya…….

1. Kedudukannya sebagai warganegara yang memiliki keteladanan disertai wawasan nusantara dan ketahanan nasional yang tangguh, jiwa patriotisme, kesetiakawanan sosial serta berdisiplin dan jujur.
2. Mempunyai kemampuan profesional yang memadai baik dalam penguasaan bidang study yang akan diajarkan, kependidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
3. Mempunyai seni hidup yang berguna dan kreativitas yang baik menyangkut kegiatan olahraga, kesenian, kepramukaan dan kegiatan lainnya yang mendukung guru untuk tampil di masyarakat.
4. Guru diharapkan mempunyai wawasan yang luas tentang kecenderungan kehidupan di Indonesia di masa yang akan datang baik dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, kehidupan beragama, kebudayaan dan sosial budaya, IPTEK dan Hankamnas.
5. Guru harus mempunyai konsep tentang kualitas manusia yang diperkirakan/diantisipasi, dapat hidup layak dimasa depan yang diyakini akan lebih baik, dinamik dan penuh tantangan yang dengan sendirinya akan diwarnai dengan persaingan-persaingan hidup.
6. Guru masa kini diharapkan dapat menjadi motivator dan dinamisator pendidikan dan pengajaran atau lebih tepat memiliki kedudukan sebagai Manager pengajaran, baik yang menyangkut falsafah dan tujuan pendidikan, kriteria keberhasilan pendidikan ilmu dan teori pendidikan yang relevan, struktur pendidikan kurikulum, organisasi dan kepemimpinan pendidikan, prioritas pendidikan maupun pembinaan pendidikan.
Hal ini semua dapat dicapai tentunya memerlukan waktu yang cukup dan prosedur yang sistematis yang didukung oleh berbagai pihak dalam ketentuan yang berlaku dan kemungkinan-kemungkinan perkembangan kehidupan berbudaya Pancasila dimasa depan. Untuk itu kita harus melakukan beberapa langkah diantaranya pengenalan terhadap keadaan sekarang, permasalahan pokok pendidikan yang ada di Indonesia, kemungkinan pemecahan masalah serta perencanaan program pelaksanaan.

D. UPAYA YANG DILAKUKAN MENUJU PROFIL GURU MASA KINI
Untuk menjadi profil guru masa kini diharapkan guru harus mampu melakukan berbagai upaya-upaya pemecahan masalah, tentunya hal ini akan membawa konsekuensi terhadap kualitas manusia dan tenaga kerja yang diharapkan dapat hidup layak dimasa depan yang diperkirakan akan lebih kompleks tetapi penuh dinamik, rumit dan penuh tantangan yang dengan sendirinya akan membawa persaingan.

Itu sebabnya profil guru masa kini sangat perlu memahami dan mendalami kualitas manusia yang diharapkan dapat hidup layak pada masanya. Kualitas manusia itu sendiri meliputi :
1. Kemampuan berperan sebagai warganegara yang memiliki wawasan nusantara dan ketahanan nasional yang tangguh.
2. Kemampuan berperan dalam suatu profesi yang memiliki bekal kemandirian khususnya kemandirian secara ekonomik. Yaitu kemandirian yang dapat membiayai hidupnya tanpa menggantungkan diri kepada orang lain bahkan harus dapat bertanggungjawab bagi orang lain. Minimal dapat menghidupi keluarganya, sesuai dengan keluarga kecil bahagia yang ditandai dengan motto cukup dua anak.
3. Kemampuan berperan sebagai manusia perorangan sebagai bagian utuh dari bangsa Indonesia yang hidup berbudaya Pancasila. Ia memiliki kemampuan khusus yang dapat memberikan kebahagiaan kepada dirinya dan sesamanya atau memiliki seni hidup yang dapat mendukung kedua peranan yang dikemukakan diatas. Kemampuan ini misalnya olahraga, kesenian, memelihara tanaman atau hewan peliharaan atau bagian tertentu dari suatu profesi yang berarti.
Ketiga kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang guru sudah seharusnya terpadu dalam satu kesatuan sebagai pribadi yang utuh dan mandiri. Semoga sukses.


SOSOK GURU ABAD 21

A. GURU IBARAT ORANG SUCI.
Guru akan lebih tampil tidak lagi sebagai “pengajar” seperti menonjol fungsinya selama ini, melainkan sebagai : Pelatih, Konselor, Manager belajar, Partisipan, pemimpin dan pelajar.
Sebagai Pelatih (coach), guru lebih banyak membantu siswa dalam “permainan”. Bedanya permainan itu adalah belajar (game of learning). Sebagai pelatih, guru mendorong siswanya untuk menguasai alat belajar, memotivasi siswa untuk belajar keras dan mencapai prestasi setinggi-tingginya, bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan, membantu siswa menghargai nilai belajar dan pengetahuan.
Sebagai Konselor, guru akan menjadi sahabat siswa, teladan dalam pribadi yang mengundang rasa hormat dan keakraban dari siswa. Sedangkan sebagai Manager belajar, guru akan bertindak ibarat manager perusahaan. Ia membimbing siswanya belajar, mengambil prakarsa, mengeluarkan ide-ide terbaik yang dimilikinya, namun dipihak lain, ia merupakan bagian dari siswa, ikut belajar bersama mereka sebagai “pelajar”. Guru juga belajar dari teman seprofesinya melalui model “team Teaching” yang juga sudah kita kenal. Begitulah sosok guru diproyeksikan ibarat orang suci yang bisa melakukan segalanya.

B. CIRI IDEAL GURU.
Di Amerika, ciri utama guru yang ideal adalah peka/tanggap, peduli, mengerti dan paham serta penuh kesabaran. Di Cina dan Jepang adalah kejelasan (kemampuan menjelaskan sesuatu secara gampang dan mudah dipahami oleh siswa), dan kegairahan dalam berkomunikasi dengan siswa.
Sementara guru di Asia lebih diharapkan tampil sebagai skilled performamce (pelaku yang terampil). Ironisnya, tantangan yang berat itu tidak diimbangi oleh usaha-usaha yang membuat guru dapat memainkan fungsinya yang banyak itu. Sebutlah dua hal : gaji dan pengembangan profesi, dua hal yang dipercayai sebagai faktor penentu kepuasan seseorang dalam bekerja.
Di Indonesia, gaji guru kita termasuk gaji pokok dan tunjangan-tunjangan lebih kecil dari dosen begitu juga sebutannya. PP 38/1992 tentang kependidikan menyatakan karier Kepala Sekolah dilalui melalui tangga guru.
/ C. GURU….

C. GURU, PROFESI YANG KESEPIAN ?
Di Indonesia kita mempunyai wahana yang memungkinkan para guru untuk saling membelajarkan melalui PKG/KKG dan sistem gugus. Di beberapa lokasi, sistem cukup berhasil, syukurlah. Tapi secara jujur kita mengakui bahwa formalitas pertemuan dan kehadiran masih lebih menonjol ketimbang substansi dialognya dan saling membelajarkan. Alasannya sederhana : ada yang lebih penting lagi, yaitu : besok mengajar apa ? Apa yang harus segera saya siapkan? Pekerjaan siswa belum saya periksa? Begitu masuk kelas, itu sih cuma saya yang tahu. “ Sang guru pun menjadi kesepian dan terasing di tengah keramian dan kehirukpikukan sekolah.

D. PENGGUNAAN INTERNET UNTUK GURU.

Internet, yang telah memberikan akses menakjubkan terhadap belantara informasi pendidikan (dan tentunya lebih banyak informasi lainya) sampai kebelahan bumi sana dalam waktu singkat.

1. Akses Global Tarif Lokal.
Sedemikian asyiknya, tanpa disadari dan pemakain internet dan pulsa telpon membengkak sekian kali lipat dari biasanya. Begitu juga menulis buku, makalah atau artikel menjadi mudah karena sumbernya tersedia.
Untuk menghemat waktu pemakian jaringan dan juga telpon home page dan nomor akses yang penting-penting di book mark agar aksesnya langsung. Apalagi sekarang, dengan semakin banyaknya provider yang bersaing satu sama lain dan berlomba-lomba membuka jaringan ditiap kota besar ditambah lagi pemerintah AS masih bersedia mensubsidi internet, kita masih dapat menikmati akses global dengan tarif lokal.

2. Tidak lagi terasing
Secara Psikologis, akses terhadap internet juga menumbuhkan rasa percaya diri karena memungkinkan kita untuk tidak lagi tersaing dari informasi sampai yang paling mutakir. Meskipun demikian, untuk memperoleh hasil-hasil studi di negeri sendiri masih sulit karena belum tersedia jaringan yang handal. LIPI, BPPT, dan Universitas (misalnya UI, dan ITB) belum mampu menawarkan hasil-hasil study yang dibutuhkan. Yang tersedia umumnya baru informasi tentang lembaga dan kegiatannya.

Toh itu pun sudah merupakan kemajuan. Dengan adanya internet membuat mereka lebih terbuka wawasanya, terlepas dari keterasingan serta meningkat profesionalisme dan kemandirianya.

3. Akses pendidikan.
Dalam Internet, pendidikan hanyalah bagian kecil darai belantara informasi yang tersedia. Dengan sudut kecil itupun, informasi yang tersedia sudah luar biasa banyaknya. Dalam sudut kecil itupun, informasi yang tersedia sudah luar biasa banyaknya. Dalam sejarah internet, pendidikan menjadi penting kare historis dari dan untuk kepentingan pendidikan itulah sesungguhnya internet pertama kali dikembangkan sejak dua lalu dasawarsa di AS. Karena itu , Internet yang pertama menggunakannya adalah Perguruan Tinggi, para dosen, dan Mahasiswa. Dalam perkembangan kemudian, pemakaianya bukan hanya dapat Mahasiswa. Dalam perkembangan kemudian, pemakaianya bukan hanya dapat menerima dan membaca hasil studi atau ringkasan buku, melainkan mereka dapat saling berkomunikasi.

4. Dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Dinegeri asalnya AS, kini internet bukan lagi hanya digunakan di perguruan tinggi, melainkan oleh semua jaringan pendidikan mulai Taman Kanak-kanak. Diperguruan tinggi, makin banyak mahasiswa yang punya akses sendiri internet, atau melaluai jaringan yang ada diperguruan tingginya. Manfaat dan imflikasi paling luas dari tersedianya internet adalah untuk perpustakaan.
Kalau sebagian besar yang diceritakan ini lebih mengacu pada apa yang terjadi dibelahan bumi sana. Khususnya AS. Itu karena dikita internet baru pada tahap awal penggunaanya. Jumlah pemakianya dalam arti yang punya akses langsung diperiksa baru puluhan ribu, dibandingkan dengan puluhan juta di AS. Dalam beberapa tahun mendatang, demam internet termasuk dikalangan pengembangan/peneliti dan praktisi pendidikan di Indonesia akan makin merebak sebagaimana yang terjadi dalam dunia bisnis dewasa ini.

5. Kepemimpinan Kepala Sekolah di Tengah Perubahan.
Zaman sekarang disebut era kompleksitas dan ketidakpastian. Sebutan ini digunakan untuk menggambarkan betapa cepat perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan:

Setidaknya ada dua akibat dari perubahan yang cepat tersebut terhadap masyarakat, yaitu:
a. Anggota masyarakat dituntut untuk untuk dapat menstraformasikan dirinya agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan yang baru.
b. Diperlukan cara pandang baru dalam memahami dan memecahkan persoalan. Banyak hal yang sebelumnya sahih menjadi ketinggalan zaman.

6. Sekolah dan masyarakat.

Sekolah bukanlah suatu lingkungan steril dari apa yang terjadi dalam masyarakat, melainkan bagian yang tidak terpisah dari masyarakatnya. Oleh karena itu, sebagai komunitas belajar ditengah masyrakat yang lebih luas, sekolah seakan selalu berada di tengah pasaran perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Apa yang terjadi di masyarakat. Sebaliknya, apa terjadi di masyarakat. Apa yang terjadi di masyarakat. Sebalinya, apa yang terjadi di masyrakat dengan mudah menembus dan terefleksikan dalam kehidupan sekolah.
Kedudukan sekolah yang berada di titik sentral suatu masyrakat, maka kepala sekolah berada di titik yang paling sentral dari kehidupan sekolah. Keberhasilan atau kegagalan suatu sekolah dalm penampilan kinerjanya secara memuaskan banyak tergantung pada kwalitas kepemimpinan kepala sekolah. Sejauh manakah kepala sekolah mampu menampilkan kepemimpinan yang baik berpengaruh langsung terhadap kinerja sekolah.

7. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah.
Studi-studi yang dilakukan menunjukan eratnya hubungan antara mutu kepemimpinan kepala sekolah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah, dan menurunya perilaku nakal siswa. Beberapa studi Indonesia dikutif berikut ini:
a. Ciri-ciri kehidupan sekolah yang mutunya baik dan mutunya kurang baik di sekolah dasar banyak berkaitan dengan mutu kepemimpinan kepala sekolah.
b. Survey dipuluhan SMU menunjukan bahwa sekolah-sekolah yanh mutunya baik dan memiliki preferensi yang tinggi di masyarakat memeiliki ciri-ciri yang berbeda dengans ekolah-sekolah yang mutunya biasa dalam hal gairah belajar siswa, motivasi guru, hasil belajar, dan iklim sekolah secara keseluruhan.

c. Penempatan kepala SMK yang dipilih secara ketat melalui prosedur yang stndart menghasilkan perubahan yang berarti pada kehidupan SMK yang ditujukan oleh kinerja sekolah yang semakin meningkat.
d. Ada korelasi antara peningkatanya mutu pembinaan keimanan dan ketakwaan siswa di sekolah dengan menurunkan frekuensi prilaku menyimpang siswa.

8. Implikasi Bagi Kepemimpinan Sekolah.
Meskipun terdapat perbedaan-perbedaan dalam gaya kepemimpinan sekolah yang sesuai dengan tingkat perkembangan sekolah, ad titik-titik persamaan yang diperlukan untuk terciptanya kehidupan sekolah yang sehat, kondusif dan menunjang kinerja sekolah. Diantaranya berikut ini:
a. Kepala sekolah perlu memiliki visi yang jelas mengenai pembinaan mutu kehidupan sekolah yang kemudian didifusikan kepada semua warga sekolah serta masyarakat terutama orang tua.
b. Kepala sekolah lebih mengandalkan pendekatan kolaboratif dalam pembinaan kehidupan sekolah dengan memaksimal mungkin melibatkan semua guru dalam kegiatan dan pengambilan keputusan penting di sekolah.
c. Kepala sekolah dituntut untuk semakin responsive dan proaktif dalam menanggapi apa yang terjadi diluar sekolah serta menyiapkan cara-cara pennanganan yang sesuai dengan akar masalahnya.
d. Keteladanan kepala sekolah, sikap konsistenya dalam menegakkan aturan,dan sesuainya perkataan mutlak diperlukan untuk membangun kepercayaan dikalangan warga sekolah.
e. Kepala sekolah harus lebih banyak aktif dan “ turun kebawah” untuk lebih memahamikehidupan sekolah yang dipimpinnya.
f. Tehnik-tehnik “ Ganjaran sosial ” perlu dikembangkan oleh kepala sekolah untuk mengurangi prilaku yang tidak dikehendaki pada warga sekolah, misalnya senyuman, sapaan, pujian dan lain-lain.
g. Wahan-wahana yang mengarah pada perkembangan ketrampilan prososial dan pembinaan keimanan dan ketakwaaan siswa perlu lebih dikembangkan baik melalui wadah-wadah dan jenis-jenis kegiatan yang ada di sekolah maupun dengan menciptakan wadah dan jenis kegiatan yang baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar